Kurma Dalam Perspektif Iman Dan Ilmiah

Khasiat kurma

Index
A. Kurma Dalam Perspektif Iman
A.1. Ayat dan hadis tentang kurma
A.2. Kutipan Ibnu Katsir
B. Kurma Dalam Perspektif Iman
B.1. Rincian Kandungan Gizi Kurma/100 gr
B.2. Manfaat dan khasiat kurma
***

Islam bukanlah agama tahayul. Islam memiliki dimensi kegaiban dan rasionalitas. Sebagai orang yang beriman kita wajib menyikapi dimensi kegaiban dengan perangkat iman karena hal tersebut berada di luar nalar rasio manusia. Namun Islam juga adalah agama yang rasional, agama bagi orang yang berakal. Kita diperintahkan untuk memperhatikan tanda tanda kebesaran Allah. Bagaimana adanya pergantian malam dan siang, bagaimana air hujan yang turun dapat menumbuhkan pohon pohon dan biji bijian, bagaimana Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang pasangan, dan masih banyak nikmat dan tanda tanda kebesaran Allah lainnya yang tak mampu kita hitung. Semua itu agar kita dapat mensyukurinya bukan justru mengingkarinya. Dan salah satu kebesaran Allah yang bisa kita ambil hikmahnya adalah kurma. Kita akan mencoba menggali hikmah dari buah kurma dalam perspektif iman dan ilmiah.

A. Kurma Dalam Perspektif Iman

Bagi orang yang beriman, ketika datang perintah atau petunjuk dari Al Qur'an ataupun hadis, maka harus di sikapi dengan "sami'na wa atho'na", "kami dengar dan kami taat". Tidak banyak mempertanyakan atau bahkan mendebatkan perintah dan ketentuan ketentuan yang datangnya dari Allah, namun meyakini dengan pasti bahwasanya yang datangnya dari Allah adalah ketentuan yang terbaik bagi kemaslahatan manusia itu sendiri. Hal ini sudah dicontohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw dan para sahabat, ketika setiap datang perintah, mereka langsung melaksanakannya. Dan kewajiban kita adalah "iqra" (membaca) tanda tanda kebesaran Allah di setiap kejadian dan mengambil hikmahnya agar semoga menjadi orang yang bersyukur.

A.1. Ayat dan hadis tentang kurma


فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ اْلأَكْمَامِ 
"Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang." (QS. Ar-Rahman: 11)

وَفِي اْلأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي اْلأُكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ 
"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ra'du: 4)

 مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ 
“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir” HR. Bukhari.
***
Masih banyak lagi keterangan keterangan lain dalam Al Qur'an dan hadis yang menyinggung tentang kurma. Dan mesti kita yakini, apabila sesuatu itu disebut dalam Al Qur'an atau hadis, pasti sesuatu itu mempunyai nilai keistimewaan hingga Yang Maha Agung dan kekasihNya sampai menyebutnya. Sejarah kurma sendiri khususnya kurma Ajwa atau juga disebut kurma Nabi mempunyai nilai sejarah dan khasiat yang luar biasa. Nabi Muhammad sendiri yang menanam kurma Ajwa dengan tangan mulia Beliau. Berdasarkan asbabul wurud ( sebab-sebab turunya hadist ) mengatakan, dulu pada saat itu ada seorang muallaf bernama Salaman Alfarisi yang mempunyai seorang anak bernama Ajwa. Salaman Alfarisi ini  sebelumnya adalah seorang nasrani yang masuk islam dan mewakafkan kebun kurmanya untuk perjuangan islam .Dan untuk mengenang jasa-jasanya itu, akhirnya Rasulullah menamakan kurma yang dimakan saat berbuka puasa itu dengan nama ajwa. Berikut adalah rangkuman beberapa hadis mengenai kurma :

1. Kurma sebagai makanan bayi, dalilnya adalah : dari Abu Musa dia berkata : “Aku pernah memiliki anak yang baru lahir, lalu aku serahkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma (mengunyah kurma kemudian menyuapkannya ke mulut bayi), setelah itu beliau mendo’akannya dengan keberkahan, lalu beliau mengembalikannya kepadaku. Dan dia adalah anak yang paling besar dari anaknya Abu Musa”. (Shahih Bukhari, No 5730).

2. Kurma ‘Ajwa sebagai obat, dalilnya adalah : Dari Aisyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya kurma ‘Ajwa (jenis kurma yang baik yang tumbuh di daerah ‘Aliyah dekat Madinah) mengandung obat, atau dia adalah penawar racun di pagi hari” (Shahih Muslim, No 38:15)

3. Kurma secara umum juga sebagai obat, dalilnya adalah : Dari Aisyah : “Talbinah (adonan gandum yang diberi kurma) adalah obat yang tidak disukai namun sangat bermanfaat” (Shahih Bukhari, No 5258)

4. Kurma adalah untuk makanan utama setiap hari, dalilnya adalah : Dari Aisyah Radliallahu ‘Anha : “Keluarga Muhammad tidak pernah makan hingga dua kali dalam sehari melainkan salah satunya dengan makan kurma.” (Shahih Bukhari, No 5974)

5. Kurma adalah makanan untuk bertahan hidup, dalilnya adalah : Dari Aisyah Radliallahu ‘Anha : “ Pernah sebulan tidak ada nyala api dalam rumah kami (tidak masak), yang ada hanyalah kurma dan air, kecuali bila kami diberi daging” (Shahih Bukhari, No 5977).

6. Sedekah Kurma menjadi pelindung dari api neraka, dalilnya adalah : “Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bersedekah) sebutir kurma”. (Shahih Bukhari, No 1328)

7. Kurma untuk mencegah racun ( toxin ) setiap hari , dalilnya adalah : “ Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi Wasallam bersabda : “Barang siapa setiap pagi mengkondumsi tujuh butir kurma ‘Ajwa, maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir” (Shahih Bukhari, no 5025; Shahih Muslim, No 3813 dengan narasi yang berbeda).

8. Kurma untuk menghilangkan kesedihan, menghadirkan gairah/motivasi hidup dan menghadirkan kebahagiaan. Dalilnya adalah : dari Dari Aisyah Radliallahu ‘Anha bahwa beliau memerintahkan untuk mengkonsumsi talbinah (adonan gandum yang diberi kurma) untuk orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, dia juga berkata : “Sesungguhnya aku mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya talbinah itu dapat menyembuhkan hati yang sakit dan menghilangkan kesedihan” (Shahih Bukhari, no 5257). Ini juga sejalan dengan ayat Al-Qur’an yang menceritakan komunikasi malaikat Jibril dengan Siti Maryam ketika Jibril menyuruh Maryam untuk memakan kurma “…makanlah, minumlah dan berbahagialah…” (QS 19:26)

9. Kurma untuk mencegah kelaparan, dalilnya adalah : Dari Aisyah Radliallahu ‘Anha dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Wahai ‘Aisyah ! rumah yang didalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar, Wahai ‘Aisyah ! rumah yang didalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar.” Beliau mengucapkannya sebanyak dua atau tiga kali”. (Shahih Muslim, No 3812).

A.2. Kutipan Ibnu Katsir

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”.

B. Kurma Dalam Perspektif Ilmiah

B.1. Rincian Kandungan Gizi Kurma/100 kg

(source : usda national nutrient database)

Unsur
Nilai Gizi
Persen Kecukupan Gizi
Energi
277 Kkal     
14 %
Karbohdrat
74,97 g
58 %
Protein
1,81 g
3 %
Total Lemak
0,15 g
< 1 %
Kolesterol
0 g
0 %
Serat Makanan
6,7 g
18 %
Asam Folat
15 mcg
4 %
Niacin
16,10 mg
10 %
Asam Pantotenat  
0,805 mg
16 %
Piridoksin
0,249 mg
19 %
Riboflavin
0,060 mg
4,5 %
Thiamin
0,050 mg
4 %
Vitamin A
149 IU
5 %
Vitamin C
0 mg
0 %
Vitamin K
2,7 mcg
2 %
Sodium
1 mg
0 %
Potasium
696 mg
16 %
Kalsium
64 mg
6,5 %
Tembaga
0,362 mg
40 %
Besi
0,90 mg
11 %
Magnesium
54 mg
13 %
Mangan
0,296 mg
13 %
Fosfor
62 mg
9 %
Seng
0,44 mg
4 %
Beta Karoten
89 mcg
-
Lutein-zeaxanthin  
23 mcg
-

Kurma atau nama ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan rumpun pohon palem dari family Arecaceae dari genus phoenix. Konon pohon kurma berasal dari daerah sekitar sungai Nil dan Efrat. Dan sekarang pohon kurma menyebar di berbagai benua. Kurma matang mengandung gula sekitar 80%, sisanya terdiri dari protein, lemak dan produk mineral termasuk tembaga, besi, magnesium dan asam folat. Kurma kaya dengan serat dan merupakan sumber kalium yang sangat baik. Lima butir kurma (sekitar 45 gram) mengandung sekitar 115 kalori, hampir semuanya dari karbohidrat.

Guru besar IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS menyatakan kurma memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi tubuh. “Setidaknya gula (glukosa) menjadi komponen utama dengan komposisi yang mencapai 50 persen dari seluruh kandungan buahnya,” katanya. Menurutnya kandungannya lebih besar dibandingkan buah-buahan lainnya yang hanya mencapai 20-30 persen saja.

B.2. Manfaat dan Khasiat buah Kurma


1.Kurma kering atau juga di daerah asalnya dikenal Tamr memiliki fungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing. Karena kurma kering mengandung serabut-serabut yang berfungsi mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika  wanita melahirkan.

Penelitian yang terbaru terhadap ruthab atau kurma basah, menghasilkan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Penelitian ini berkolerasi dengan firman Allah, “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]. Subhanallah. Maha Benar Allah atas segala firman-Nya. Bahkan dalam kitab Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) karya Dokter Muhammad An-Nasimi menyebutkan bahwa, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”. Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan. Kadar besi dan Kalsium yang terkandung dalam buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan asi. Kadar zat besi dan Kalsium yang terkandung dalam buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merupakan dua unsur yang sangat efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.

2. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi ibu melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.

3. Memudahkan proses persalinan dan membantu keselamatan jiwa sang ibu dan bayinya.

4. Merelaksasi sel-sel Saraf. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.

5. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.

6. Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari ganguan jin.

7. Kurma disunnahkan dianjurkan secara ilmiah sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.

8. Buah kurma dapat mencegah terjadinya stroke.

9. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.

10. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.

11. Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula.

Dengan demikian, hikmah yang bisa kita ambil dari kurma ini melalui perspektif iman dan ilmiah dapat memotivasi kita untuk menjadikannya sebagai konsumsi setiap hari atau pengobatan. Dan yang terpenting adalah niat kita untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw. Wallahu a'lam bishowab.

Referensi
- keperawatanreligionnezafitriana
- da7es